Logo Play Culture

Play Culture adalah sebuah gerakan sosial yang melibatkan banyak pemangku kepentingan dalam upaya mensosialisasikan pola bermain yang baik untuk mengoptimalkan fungsi kerja otak, yang dilakukan secara berkala dari satu area ke area lainnya.

Panitia telah bekerja keras menyusun program acara yang menarik dan bermanfaat untuk anak, orangtua, tenaga pendidik, institusi pendidikan, dan korporasi

window-decoration
chevron-right
people-background

Gerakan sosial ini akan memberikan kesempatan besar bagi organisasi yang anda pimpin untuk terlibat secara aktif, membangun jarigan dengan masyarakat, dan menjajaki kemungkinan berkolaborasi di berbagai bidang.

Sebagai mitra Play Culture, secara bersama-sama kita berkomitmen mendukung pendidikan dan penelitian dalam neurosains terapan yang berkaitan dengan kemajuan teknologi digital, transformasi masyarakat teknologi serta pengembangan lingkungan sosial budaya.

illustration-1
chevron-left
chevron-right
city-traffic

Pola hidup masyarakat modern yang diwarnai oleh kemajuan perangkat digital seringkali menunjukkan adanya kejenuhan akibat rutinitas sehari-hari terutama di kota metropolitan seperti Jakarta dan sekitarnya, dimana hal itu menjadikan individu cenderung merasa memerlukan pengobatan mental dengan berolahraga, bermain, ataupun rekreasi.

Sementara diantara ketiga hal tersebut hanya bermain yang memiliki anggapan negatif terutama dari para orangtua.

decoration-path
chevron-left
chevron-right

Anak dianggap terlalu asyik dengan permainannya, kaum baby-boomer yang enggan berkawan dengan kemajuan teknologi dengan mudahnya menilai bahwa tidak ada manfaat yang bisa ditarik dari bermain. Tidak hanya pada permainan digital, apapun itu bentuknya, konteks bermain menjadi momok yang negatif secara turun-temurun dari waktu ke waktu.

illustration-1
chevron-left
chevron-right
event-image
Arcanum-logo
Arcanum-logo

Kami, Arcanum Hobbies dan Vigor berinisiatif mengurangi penilaian negatif tersebut melalui gerakan sosial yang ditujukan bagi masyarakat di Indonesia. Kali ini kami mengemas Play Culture dalam format talkshow di acara Yes Day yang berlokasi di Senayan Park, Jakarta. Gerakan sosial ini akan menjadi forum komunikasi dalam berbagi ilmu mengenai neurosains terapan melalui boardgame sebagai bentuk kontribusi kami kepada masyarakat dengan mengajak para pemangku kepentingan lainnya.

decoration-path2
chevron-left
chevron-right

Play Culture sebagai gerakan sosial tidak hanya bertujuan menjadi sebuah forum komunikasi, namun juga sebagai ajang sosialisasi bagi para orangtua dan tenaga pendidik dalam memasyarakatkan pola didik yang positif dan membangun melalui boardgame yang dikemas menarik dan menyenangkan untuk mengoptimalkan fungsi kerja otak.

illustration-1
chevron-left
chevron-right
decoration-path

Anak dianggap terlalu asyik dengan permainannya, kaum baby-boomer yang enggan berkawan dengan kemajuan teknologi dengan mudahnya menilai bahwa tidak ada manfaat yang bisa ditarik dari bermain. Tidak hanya pada permainan digital, apapun itu bentuknya, konteks bermain menjadi momok yang negatif secara turun-temurun dari waktu ke waktu.

illustration-1
chevron-left